Disini aku.
Aku ini ulat.
Berangan jadi kupu kupu.
Kapan aku jadi kupu kupu?
Kapan aku cantik?
Kapan keindahan dan kebahagiaan datang padaku?
Banyak orang bilang aku pasti jadi kupu kupu.
Suatu saat nanti.
Kebahagiaan datang padaku.
Tapi... Kapan?
Setiap hari, aku melihat temanku silih berganti dengan indahnya berubah menjadi kupu kupu.
Aku
Aku hanya terdiam dan terus menggrogoti daun di hadapanku.
Lama lama aku benci menunggu!
Kenapa tidak sedari aku datang ke dunia diciptakan sebagai kupu kupu? ,bukan ulat seperti ini?!
Aku hanya bosan.
Tiap kali sedang menggrogoti lapak daun ku, tak kala aku sering terjatuh. karna angin kencang. Aku juga kesal dengan angin, dia berlalu begitu saja. Tanpa permisi. Tapi, kadang aku menyukai angin. Angin membuat cuaca lebih sejuk.
Andai, aku punya sayap. Jika nantinya aku jatuh, ada sayap yang langsung membawaku terbang tinggi.
"Aku pasti jadi kupu kupu"
Ya, aku tau.
Aku diam.
Mencerna kata kata itu.
Aku sadar.
Seharusnya aku lebih sabar menunggu .
Ah,tidak.
Seharusnya aku tidak perlu menunggu.
Di dunia ini, sudah diatur olehNya.
Sekarang,
Aku biarkan angin yang berlalu begitu saja dengan rasa syukur.
Terima kasih Ya Allah, Kau ciptakan angin.
Kau jadikan ia sebagai penghiburku disaat aku menunggu sayap indah, karuniaMu.
Disini aku.
Ulat.
Aku yang tersadar berpikir terlalu banyak.
Aku yang menganggap terlalu lama menunggu.
Aku yang terlalu banyak mengeluh.
Ya Allah, ampuni ulat kecil ini.
Sekarang.
Biar saja aku terhempas angin sampai jatuh, biarkan saja.
Sampai aku punya sayap.
Terima kasih Ya Allah atas semua karuniaMu.
Semuanya selalu Kau ganti dengan keindahan dan kebahagiaan.
Itu pasti.
Disini aku.
Aku ulat kecil yang membiarkan semuanya berlalu sampai aku jadi kupu kupu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar