Selasa, 07 Juni 2016

Kapan main lagi?

Hari semakin terbiasa sepi
Tak sama waktu senja munculkan cahayanya disini

Senja, Lebih dingin disini...
Dua bongkah es tak retak sama sekali
Senja, sudah sejauh mana kamu ikuti mau?
Apa aku harus tanya pada malu?

Senja, aku rindu akan asa
Dimana aku bisa bermain sampai malam dengan bahasa
Tak usah senja buru-buru berganti
Malamku sudah memberimu maaf berkali-kali

Pandanganku buram dan temaram
Namun, bukan karena gelapnya malam
Tetapi karena kau tunjukkan semu dalam mimpi
Bukan persis dalam asli

Malam ini aku bosan menerka...
Kenapa menunggu ketika rasanya hanya "seperti"?
Kenapa ingin berlari padahal tidak ada yang harus ditinggal pergi?

Senja, lakon apa yang sedang kita perankan?
Aku si pegiat dan kamu yang merapuhkan
Pahamkan padaku kalau senja bukan kepura-puraan

Sudah, senja...
Ingin aku rasanya, rasanya aku ingin

Aku memang malam, namun aku suka senja
Jangan buat aku semakin gelap dan lelap
Bangunkan aku dengan cahaya paling gemerlap
Bukan minta kamu untuk tetap,
Sadar aku kalau kamu bukan atap.

Sekali lagi, aku bosan menerka...
Cobalah giliranmu kini merampas
Teroboslah dinding-dinding bias
Supaya tau rasanya sabar punya batas

Jangan kau tertawakan suka yang terlanjurkan
Ini perbuatanmu, mengangkat lalu menjatuhkan

Inginku kali ini adalah sapaan
Sapaan tanpa nanti dan kapan
Inginku senja dan malam berhenti bergaduh
Supaya suasana tidak riuh

Senja, kapan main lagi?


Jakarta, 7 juni 2016
Laylarch 1:55

Jumat, 12 Februari 2016

Pilihan

halo, assalamualaikum, haaii

kali ini gue mau bahas tentang pi-li-han.
pilihan menurut kbbi itu menentukan sesuatu sesuai dengan keinginan dan selera individu.
kenapa sih kita harus memilih?
gimana kita harus memilih?
karena pilihan itu datangnya dari setiap langkah demi langkah manusia, makanya setiap harinya manusia mau gak mau harus menghadapi yang namanya pilihan.  jujur, dalam hal "menentukan keputusan" gue akui kalo gue mungkin anak yang masih suka bingung-bingung dalam menentukan keputusan alias lamaaaaa. kalo gue nihya, kadang bisa dengan cepat menentukan keputusan dan kadang bisa dengan sangat lamaa sampe berlinangan airmata terus mikirin plus minus dari yang namanya "pilihan" ini. 

lho, kok gitu kak?  menentukan keputusan bisa cepat bisa lama?... 
jadi biasanya kalo yang cepet itu dimana gue udah tau banyak plusnya dan pada saat itu merasa tertantang buat milih option itu. dan yang membuat gue terkadang (gak terkadang sih tp seringkali haha) lama untuk membuat keputusan yaitu adalah...adalah.... apa ya.... bingung.... adalah apa ya... 
nah, seperti itu. seperti saat gue bingung mau nulis apaan lagi wkwk.
ya kadang gue ngerasa takut / ragu / fear terhadap apa yang nanti bakal gue jalanin setelah memutuskan sebuah pilihan. itu. 

jadi ceritanya gini, gue kebetulan diberi kesempatan / amanah dari Allah Swt. yang satu itu mengenai jabatan dan yang satunya mengenai pencapaian nilai (atau biasa disebut i-pe. yaaa seperti itu). 
semester kemarin bener-bener ngerasa ter-capek, ter-belajar, ter-asa seperti "hell". dimana gue ngerasain judulnya "kerja kelompok" tapi entah kenapa rasanya bonyok sendirian...banget, terus bolak-balik kampus sama ke rumah temen ngerjain tugas bareng-bareng, pas minggu-minggu uas gue udah paling bersyukur kalo bisa tidur jam 11 itu gue sampe wa an belajar sama temen gue. pokoknya gue ngerasain banget lelahnya gimana. dan Alhamdulillah gue diberi kesempatan buat ngerasain manisnya hasil kerja keras. dari awal semester tiap doa-doa yang gue panjatkan selalu gue selipkan  target nilai yang ingin gue capai di semester ini. sama kayak dulu, gue masih berpegang teguh kalo "Allah sesuai sama prasangka hambaNya" kalo kita mikirnya bisa, pasti dikasih bisa. dan Alhamdulillah nya lagi adalah doa-doa gue dikabulkan, bahkan melebihi target. makanya gue ngerasa semester ini bener-bener worth it dengan apa yang udah gue usahakan.

Selain dari pencapaian nilai, ada lagi  mengenai jabatan dimana organisasi yang di posting sebelumnya gue ceritakan. ya. awalnya gue ngerasa bingung, gapantes, aneh ketika si ketua nya ini menunjuk gue untuk memimpin sebuah divisi yang gue ikutin itu. dia bilang, kalo dia sangat mempercayai gue untuk memegang amanah ini berdasarkan saran-saran dari senior dan juga beberapa teman tapi mesra. dari situ gue coba minta pendapat sama semuanya (kecuali tetangga-tetangga gue). kenapa harus gue? apa yang harus gue lakukan? pilih "iya" atau "nggak" ?
dari semua orang (orang ya bukan gayung) yang udah gue tanyain, gue bisa simpulkan kalo mereka percaya gue bisa dan mendukung gue buat maju. gue juga udah buat tabel plus minus dari apa yang orang kasihtau dan apa yang gue pikirin.   
intinya, amanah itu gaboleh diminta sama gaboleh ditolak. amanah itu kan datangnya dari sebuah kepercayaan. yaa kepercayaan dari si pemberi amanah kepada gue. 
mereka aja percaya kalo gue bisa, masa gue sendiri masih bilang gabisa?. itu.
dan karna amanah timbul dari kepercayaan makanya gue juga harus bisa menjaga kepercayaan mereka kepada gue dengan menjalankan itu semua dengan baik. ya. gitu.
saat itu gue juga ga cuma mikirin plusnya aja, gue juga harus mempersiapkan kemungkinan terburuk dan mulai dari sekarang sih kalo bisa dicari cara ngatasinnya. gue tau kok, tau banget kalo setiap keputusan pasti ada konsekuensinya. yang gue tangkep adalah gimana gue bisa me-manage waktu kuliah, keluarga, agama pokoknya semuanya. 
pada akhirnya gue memilih "iya" dan terus coba meyakinkan diri sendiri kalo gue bisa ngejalaninnya.
gue gatau sebenernya dikasih berkah ip tinggi sama dikasih jabatan ini harus seneng apa sedih. jelas, jelaaaas banget harus bersyukur. yang bikin gue ga begitu excited adalah apakah gue bisa melewati ujian ini?  *tsah.iniserius*
maksudnya, kadang dikala kita seneng Allah juga menguji kita gimana cara kita bersyukur, tetep rendah hati, dan bisa berorientasi ke depan. awalnya gue ngerasa beban.... banget. dengan adanya ip tinggi berarti gue harus lebih keras lagi usaha buat pertahanin ip yang menurut gue adalah hil yang mustahal gue dapetin itu. terus, amanah buat mimpin itu gimana caranya gue bertanggung jawab buat memajukan... gausah memajukan deh paling nggak mertahanin apa yang udah dicapai sebelumnya dari divisi gue. selain dari itu, gue juga bertanggung jawab sama orang tua gue gimana mereka susah susah cari money buat gue sekolah. dan berarti gue harus bisa nyeimbangin yang namanya kuliah dan organisasi. 
itu.
beban ya?
tapi gue pernah baca, kalo setiap manusia punya beban yang masing-masing dipikul di pundaknya. Allah lebih tau seberapa kuat itu pundak buat mikul suatu beban. dan Dia gabakal ngasih beban yang gabisa dipikul oleh si pundak. 
dari sini gue sadar kalo gue gaboleh ngeluh buat minta "diringanin" semua beban gue tapi sering-sering minta sama Allah buat "dikuatkan" pundak gue untuk memikul amanah-amanah ini. tsah. oiya dan semakin berat ujian yang Allah berikan berarti semakin sayang Allah sama kita. itu jadi motivasi gue banget buat semakin yakin milih "iya".
intinya adalah harus yakin sama apa yang udah kita putuskan. baik atau buruk hasilnya itu dijadiin pembelajaran. 

kenapa sih kita harus memilih? simple aja, kalo bukan kita yang memilih, terus siapa? 
"Jika kamu tidak membuat keputusan dan menentukan pilihan, sama artinya kamu membiarkan orang lain yang akan memutuskan dan menentukan pilihan untukmu!” -Andrie Wongso
nah, itu.
terus gimana caranya kita memilih? kalo gue nihya pertama minta pendapat sama orang-orang terdekat gue contohnya yang paling dekat yang ketemu setiap hari itu keluarga. terus abis itu gue bikin tabel plus minus buat apa yang harus gue pilih itu. terus jangan lupa buat tahajud sama istikharah. usahain kalo dalam setiap menentukan keputusan itu melibatkan Allah supaya kalo kitanya udah yakin dengan apa yang kita pilih itu mau hasilnya tercapai apa nggak sesuai ekspetasi kita tetep ikhlas dan jadiin pembelajaran. karna kita tau setelah melibatkan Allah, kita sudah melakukan yang terbaik, yakini, ujung dari keputusan ini cuma Allah yang tau karna ialah penulis skenario terbaik *ini serius*. 
"...Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." [Al-Baqarah : 216]

yaaa pokoknya gitu.
gue bilang kayak gitu bukannya gue jago buat mengambil suatu keputusan. enggak. gue juga manusia biasa yang gatau ke depannya kayak gimana. ya namanya manusia cuma bisa berencana, tetep Allah the best planner. 
intinya gimana kita yakin sama apa yang udah kita pilih. jangan pernah takut. kalo kita selalu melibatkan Allah dalam menentukan pilihan kalo emang nanti berhasil atau gagal insya Allah apa yang Allah rencanakan lebih manis daripada yang kita harapkan. inget juga kalo Allah bakal meminjamkan kekuatannya buat kita ngejalanin keputusan itu. jangan dengerin kata orang yang gabaik, kadang orang gatau gimana susahnya kita mikir bolak-balik buat memilih sesuatu. mereka ga ngerasain jadi kita, makanya baik-baik mencerna kata-kata orang dan lebih menghargai keputusan orang lain. selain itu, setiap keputusan pasti ada konsekuensinya, naah kita juga harus bisa menerima konsekuensi dari keputusan yang udah kita buat. 
pokoknya setelah menentukan keputusan, yang kita harus lakukan adalah memperjuangkannya untuk dijadikan kenyataan seperti apa yang kita inginkan.
semangat teruslah pokoknyaaaa
bisaaaa pasti bisaaaaa
Allah sesuai prasangka hambaNya. bisa, lala pasti bisa.

13/2/2016
layla nurul r

Selasa, 09 Februari 2016

coba-coba

Sekian lama ga posting blog.

" bukan bermaksud untuk hilang tapi malas yang selalu menang". HAHA

oiya, for your info di tahun ini baruuu aja (26 januari) kemarin gue naik kelas haha ga sih maksudnya bertambah satu tahun usiaku bahagialah aku (np: jamrud) ....
udah 19 tahun lhooo gak kerasa. *CURHAT
sebelum-sebelumnya kalo yang namanya mau ulang tahun bawaannya seneng. pasti kepikiran mau dikasih kado, dirayain, di selametin orang. seneng deh.
tapi tahun ini nggak. isinya lebih banyak "introspeksi" diri dibandingkan mikirin nanti seberapa kado yang diterima. *CURHAT
tahun kemarin banyaaaaaaaakkk banget kejadian, fenomena -fenomena aneh seperti bubarnya one direction dan munculnya ridho roma dengan nuansa musik baru yaitu dangdut-remix (masih ya lala seperti dulu.......jayuz) 
maklum loh udah lama gak posting. *YAUDALAHYA BIARIN AJA CURHAT, BUKANCURHAT TAPI USAHA LUCU

Kenapa judulnya coba-coba?? jadi tuh tahun kemarin banyak banget yang bikin gue belajar. contohnya, kebetulan nihya, gue ikut-ikutan ceritanya.... ahaha ikut organisasi gitu di kampus. organisasi pecinta musang
gue ga daftar sendiri tapi ditawarin. HAHA LIKEABOSS. SUMPAH TAKABUR LO LA. bercanda yaaa guiz. yagitu, kenapa gue jadi mau untuk ikut begitu gituan, ternyata gue direkomendasikan oleh teman-teman yang tidak sadar memilih gue sepertinya. ya pokoknya mereka bilang kalo gue punya potensi dalam divisi di organisasi tersebut.  akhirnya gue coba. di awal kepengurusan ngerasa semangat banget. apalagi pas awal ada proker ituloh gue ditantang (cailah bahasanya ditantang) buat jadi MC/ Master of Ceremony/ emseh/ pembawa acara. Dimana gue dituntut untuk membawakan acara formal tersebut dengan khidmat, asyik, lancar dan gak garing. Pas gue tanya kenapa gue yang dipercaya buat jadi mc, mereka bilang " iya laa, saya yakin kamu bisa. kan kamu sering ngomong".
Ya Allah, kaaaaa, ngomong alias talking is a necessary buat lo komunikasi dan emang sihya gue termasuk anak yang berisik dan mungkin banyak orang yang mau nyulik gue ke rengasdengklok dengan harapan ini anak ga bakal balik lagi.
okay. selain itu juga gue di awal proker pernah dipercaya jadi koor.hpd.
dan....... dari situlah kutukan HPD gue berawal.......
jadi tuh HPD adalah Humas Publikasi dan Dokumentasi dimana kita harus menjadi gerbang utama sebuah proker dan penghubung masyarakat dengan proker atau acara tersebut atauuuu bisa dibilang kita kang CP, kang foto, kang desain, kang-kung.
kenapa tadi gue bilang adalah sebuah kutukan?? sebenernya sih kan tiap proker ada oprecnya masing-masing, emang salah gueee milihnya hpd mulu awalnya. ya karna gue pikir, kalo masuk konsum ntar pada makan apa mereka. jadi acara, acaranya bakal gimanaa sama gue, jadi perkap, ah bukan gue banget. finally, ujung-ujungnya milih hpd lagi hpd lagi.
pas gue udah mau isi oprec divisi lain, eeeh ternyata diamanahin di hpd lagi. yaaaa kutukan itu berasal dari gue nya emang. salah gue salah.
dan sepanjang kepengurusan, divisi yang pernah gue cobain itu hpd, acara, dan konsum. akakaka
sepanjang satu periode/satu tahun ikut organisasi seperti ini, banyaaak banget yang bisa gue pelajari. yang keliatan banget nihya adalah kemampuan desain gue. yaa emang bukan pro sih, tapi dari gue sendiri ngerasa ada peningkatan lah dibanding dulu cuma Quick selection tool > drag pic> ctrl+T > atur. udah cuma itu aja. tapi karna sepertinya "kang desain" sangat dibutuhkan gitu dalam suatu acara yaa mau gak mau gue yang udah bersedia mengisi oprec di hpd ya harus mengerahkan segala upaya untuk menarik orang-orang di luar sana buat ikutan acara dari proker kita. 
Selain itu, kalo namanya ikut organisasi gini-gini lo bakal ketemu banyak kepala yang beda-beda. beuh,apalagi pas gue isi oprec jadi acara-__-. kesalahan emang awkwk acaranya pasti jadi minus grgr gue. enggak juga deeng.
disana gue nemuin banyaak banget perbedaan. entah karena gue yang kelamaan lapuk di hpd jadi gabisa nyatu, apa emang mereka terlalu hebat dan kemampuan otak gue ga nyampe kesitu. who knows? Ya pokoknya jadi acara itu ter-belajar, ter-ga betah, ter-angkat, ter-sendiri, ter-di luar pikiran gue.
selama setahun ikut banyaak banget pengalaman menyenangkan, menyedihkan. capek bareng, seneng bareng, seneng punya banyak temen, temen-temen satu divisi yang asik, pernah ngerasain sakit hati dan bikin sakit hati orang (maaf yaa).
pokoknya belajar banget. gimana harus bisa ngebaur sama orang lain, menghargai pendapat orang lain, kerja dibawah tekanan, profesional, yaaa pokoknya gitu deh.
kalo menurut gue, yang namanya udah kuliah itu dimana kita banyak "coba-coba" biarpun kata tante Titiek Puspa buat anak jangan coba-coba. tapi kalo gak dicoba lo gak bakal pernah tau rasanya gimana. kesempatan cuma dateng sekali, kalo dua kali berarti undian paddle pop "coba lagi". dari lo memanfaatkan kesempatan yang ada, lo juga jadi bisa belajar mengatur diri lo sendiri, membangun diri lo bahkan kalo bisa membangun gubuk orang lain (gasih, ga membangun orang lain juga). intinya, paling tidak lo bermanfaat buat orang lain. 

      "Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” 
(HR. Thabrani dan Daruquthni).

seperti itu cerita kali ini, semoga kata sabar tidak henti-hentinya untuk kalian para pembaca yang selalu beristighfar membaca postingan dari blog ini.
bhaaaayyy,wassalam

layla nurul r
9/2/2016